Postingan

Menampilkan postingan dengan label feminist

Fast X - Review

Gambar
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...

Don't Worry Darling - Review

Gambar
Pretentious banget sih ini film! Hahaha kesel banget gue nontonnya. Padahal di atas kertas film ini punya segudang potensi loh. Ada Olivia Wilde di kursi sutradara yang udah terbukti banget lewat Booksmart (2019) . Ada Florence Pugh juga yang lagi naik daun dan emang juara banget aktingnya. Ada pula Harry Styles yang makin ke sini dapet porsi makin banyak. Ada Chris Pine pula. Ceritanya sih gue suka ya, premisnya menarik. Jelas ngomongin kesetaraan gender dan maskulinitas toksik. Keren sih idenya dan lagi-lagi nunjukkin betapa toksiknya laki-laki apalagi kalau pengangguran. Ada unsur fiksi ilmiah pula, meski di bagian ini gue ngebayangin hal yang lebih keren lagi tapi ternyata twist-nya gitu doang.  Tapi eksekusinya repetitif sih menurut gue. Kaya di tiga perempat film tuh muter-muter aja di situ. Setelah konfliknya muncul pun nggak langsung usaha diselesaikan tapi masih ragu-ragu ragu-ragu keburu jadi sekuel. Pada akhirnya klimaksnya jadi buru-buru dan jadilah gitu doang. Sayang b...

The Woman King - Review

Gambar
The Woman King adalah salah satu film yang gue tunggu-tunggu. Bukan cuma Viola Davis yang jadi pemeran utamanya, tapi premis filmnya sangat sangat menarik! Tentang suku Dahomey di Afrika Barat di tahun 1823 yang punya pasukan elit yang semuanya perempuan. Gokil gak tuh! Selama ini kan kita sering denger mitos tentang perempuan Amazon, nah ini ternyata ada dan tercatat dalam buku sejarah - bukan hanya pasukan perempuan tapi pasukan perempuan berkulit hitam! Filmnya sendiri seru banget dan penuh daging! Dalam artian banyak pesan dan makna yang terkandung beberapa lapis, tentunya disamping visual yang ciamik, adegan aksi yang seru banget, cerita yang matang, dan akting yang sekelas Oscar. Gila sih Viola Davis, nggak ada obat aktingnya. Jadi jenderal pasukan elite tapi juga sebagai wanita yang punya hati dan perasaan. Range emosinya luar biasa lebar dan semuanya diekspresikan dengan sangat meyakinkan. Gue suka banget sih sama pesan dan makna berlapis yang ada di The Woman King . Pesan utam...

Gangubai Kathiawadi - Review

Gambar
Lagi-lagi hasil dari baca review dari orang-orang kepercayaan gue, Gangubai Kathiawadi yang baru masuk Netflix ini wajib untuk ditonton. Kalau nggak salah, film ini sempet mampir di bioskop tapi gue nggak sempet nonton atau malah nggak kena word of mouth -nya. Setelah gue tonton di Netflix, ya ampun betapa menyesalnya gue nggak nonton film ini di bioskop. Selain bagus banget, visualnya juga luar biasa cantik! Bener-bener menghidupi every frame is a painting . Ternyata ini adalah film biografi dari tokoh perempuan di India tahun 60-an. Materi ceritanya diambil dari salah satu bab dari buku Mafia Queens of Mumbai (2011) karya jurnalis Hussain Zaidi. Buku ini bercerita tentang tiga belas perempuan yang paling berpengaruh di Mumbai, dan salah satunya adalah Gangubai Kathiawadi, seorang pekerja seks komersial yang pada akhirnya menjadi pemilik salah satu rumah bordil di distrik Kamathipura. Entah syuting di studio dalam ruang atau luar ruang, tapi visual dalam film ini benar-benar memanjaka...

Promising Young Woman - Review

Gambar
GAK HERAN MENANG BEST ORIGINAL SCREENPLAY OSCAR 2021! Sutradara dan penulis naskah Emerald Fennell emang ga kaleng-kalengan sih. Debut film panjang baik di sutradara dan penulisan naskah, langsung dapat nominasi di dua kategori itu di berbagai penghargaan bergengsi. Filmnya sendiri juga super unik dan gila banget sih. Kalau harus banget dibandingkan dengan Penyalin Cahaya, ini versi gila dan psycho-nya. Secara keseluruhan ternyata film ini dibawakan dengan cara yang ringan dan komikal. Efektif banget sih untuk bikin pengalaman menonton tema yang berat ini jadi menyenangkan dan mudah dicerna. Untuk tipikal film yang masuk berbagai nominasi di berbagai penghargaan bergengsi, jelas film ini jauh dari kata arthouse atau membosankan. Apalagi ada Bo Burnham yang gue baru kenal lewat standup special dia di Netflix, aslinya kan kocak ya dia. Gue suka banget dengan gimana film ini berangkat dari tema kekerasan seksual, dan dibawa ke ranah bagaimana cara para penyintas menjalani hidupnya bertahu...

I May Destroy You - Series Review

Gambar
Gue udah denger tentang I May Destroy You sejak series karya sutradara, penulis naskah, dan aktor Michaela Cole ini ngeborong 9 nominasi di Emmy tahun 2020 - dan ngebawa pulang piala naskah terbaik. Tapi jadi makin pengen nonton sejak gue nonton Penyalin Cahaya karena gue nggak begitu puas untuk cari tahu kekerasan seksual dari sisi korban. Iya sih ada 27 Steps of May (2018) yang gue suka banget tapi sayang terlalu artsy jadi kurang masuk ke penonton populer. Serial I May Destroy You ini punya premis yang nyaris mirip sama Penyalin Cahaya; pesta-pesta di malam hari, minum sesuatu sampai pingsan dan ga ingat apa-apa, besok paginya kebangun dan ternyata sudah ada tanda kekerasan seksual. Nah nggak kaya Penyalin Cahaya yang bergerak jadi film thriller investigasi, I May Destroy You fokus menyelami emosi dan pikiran korban. Ada unsur investigasinya tapi dikiiiit banget karena mau ga mau lapor polisi kan. Tapi serial 12 episode dengan masing-masing durasi kurang lebih 30 menit ini bene...

Yuni - Review

Gambar
Yuni adalah potret sosial kompleks yang apa adanya dan vulgar tentang perempuan pada umumnya, dan perempuan yang hidup di ekonomi menengah ke bawah di rural Indonesia pada khususnya. Dengan dialog 100% menggunakan bahasa Jawa Serang, penonton dibawa untuk menyelami kehidupan Yuni di kota kecilnya. Keseharian Yuni yang sangat sederhana dari obrolan tentang seks di padang rumput sampai dengan ayah yang suportif saat sedang potong kuku di malam hari. Lengkap dengan komunitas kecil, warga lokal yang penuh gosip, sampai tetek bengek politik yang efeknya sangat terasa bagi mereka. Film ini memang tipikal menceritakan keseharian karakter utamanya yang setiap gerak-geriknya yang tak luput dari sebab-akibat pandangan sosial dan politik yang berlaku pada saat itu. Mulai dari perempuan mau jadi apa kalau tidak menikah sampai dengan wacana tes keperawanan dari pemerintah.  Hal yang gue sangat suka dari film Yuni adalah bagaimana kamera selalu fokus pada Yuni sepanjang film, dan perlahan m...

Mimi - Review

Gambar
Setelah The White Tiger dan Sir di awal tahun, akhirnya ada lagi film India di Netflix yang bikin hangat di dada. Ciamik super karena setengah awal film kita dibikin ketawa-ketawa dengan humor recehnya. Setelah puas ngakak, baru deh setengah akhir dibikin sesak di dada sambil berlinang air mata. Kisah tentang surrogate mother di India ini memang banyak kejadian dengan "customer" orang-orang kaya dari negara barat. Ya paham sih karena lagi-lagi permasalahan ekonomi sampai harus "menyewakan" rahimnya untuk orang lain. Tapi fenomena ini cukup kompleks yang nggak bisa dibahas dari satu sisi saja. Film Mimi mengeksplorasi isu tersebut dengan vulgar dan apa adanya. Sepertinya semua skenario terburuk coba dieksplorasi dan kita diperlihatkan bagaimana konsekuensi logis yang ada. Dramatis memang, tapi sangat logis dan ini yang bikin film Mimi realistis dan sangat mungkin terjadi di dunia nyata. Dengan bahasan tema yang cenderung berat, beruntung banyak komedi dan selipan l...