Postingan

Menampilkan postingan dengan label Europe on Screen

Fast X - Review

Gambar
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...

Vortex - Europe on Screen Review

Gambar
Gue udah aware dengan sepak terjangnya sutradara dan penulis naskah Gaspar Noe, tapi belum ada satu pun filmnya yang gue tonton karena keterbatasan akses legal. Begitu film terbarunya, Vortex (2021), hadir di festival film Europe on Screen langsunglah nggak pikir panjang lagi. Kosongin jadwal dan niatin ke Jakarta demi nonton film ini secara legal dan di layar lebar! Plus udah siapin mental juga karena kayaknya Vortex ini punya aura yang mirip dengan Amour -nya Michael Haneke.  Sepanjang film minim dialog dan sunyi, bener-bener ngikutin keseharian pasangan lansia ini mulai dari bangun tidur, ngopi, beberes rumah, kerja, sampai tidur lagi. Beberapa drama yang dihadirkan pun sangat membumi, dan nggak ada kejadian overdramatis seperti di film-film Hollywood. Kondisi oma yang makin menurun, tapi malah membahayakan mereka berdua sekaligus. Ditambah sang anak semata wayang yang masih terjebak dalam jerat narkoba. Emang luar biasa sih sineas yang satu ini, visualnya sederhana tapi ciami...

Waiting for Bojangles - Europe on Screen Review

Gambar
Setelah dua tahun pandemi, akhirnya festival film favorit gue Europe on Screen mengadakan offline screening lagi. Tapi berhubung gue udah berdomisili di suburb Tangerang, jadi effort lebih ya buat ke Jakarta. Jadinya jauh lebih selektif milih film. Pilihan jatuh ke Waiting for Bojangle s karena ini adalah personal favourite dari salah satu festival director-nya sendiri. Berhubung gue sangat percaya dengan pilihan mas Nauval, langsung deh niatin ke Jakarta demi nonton ini secara legal dan di layar besar. Ya Allah ya Tuhanku, bangsat banget film ini ampun deh. Setengah film pertama kita dibawa ketawa ngakak, setengah terakhir dikasih kenyataan dan kepahitan hidup, dan ditutup dengan ending yang gong banget sampe dada gue sesek. Mana scoringnya juga kacau banget pedihnya aduh ampun. Waiting for Bojangles itu pengalaman nonton yang luar biasa banget sih. Feelnya kaya nonton Life is Beautiful (1997) dengan nuansa modern, meski roh filmnya bergerak di ranah yang berbeda. Sinopsis sedikit,...