Postingan

Menampilkan postingan dengan label animation

Fast X - Review

Gambar
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...

The Super Mario Bros Movie - Review

Gambar
Akhirnya ada juga film Super Mario Bros yang bagus dan jadi tribute yang adil untuk gamenya. Sejak permainannya rilis di tahun 1983, kasihan Nintendo (dan kita juga) selalu dapat film adaptasi yang kureng. Apalagi adaptasi film panjang Super Mario Bros tahun 1993, ya ampun! Butuh 30 tahun pula untuk akhirnya ada film adaptasi yang proper. Malah kali ini, pencipta game sekaligus petinggi Nintendo, Shigeru Miyamoto turun tangan langsung bersama rumah produksi Illumination untuk mengerjakan flim animasi ini. Hasilnya memang nggak mengecewakan. Seperti yang terlihat di trailer, animasinya sangat cantik dan luar biasa. Sepertinya memang makin ke sini, kita sudah harus dibuat biasa saja dengan animasi CGI yang gambarnya sudah makin menyerupai kenyataan. Jalan ceritanya memang dibuat untuk anak-anak dan rasanya tidak ditujukan untuk kaum dewasa. Tapi para orang tua dan dewasa muda yang menonton masih bisa terhibur dengan pilihan soundtrack dan bernostalgia dengan berbagai theme song dari pe...

Suzume - Review

Gambar
Setelah Y our Name (2016) dan Weathering With You (2019), suhu anime Makoto Shinkai kembali lagi dengan karya terbarunya, Suzume (2023). Kalau Weathering With You gue agak kurang gimana gitu ya, tapi Suzume ini jelas jauh lebih baik - meski gue masih lebih suka Your Name. Jadi jelas ya posisinya, rasanya sulit untuk mengungguli fenomena Your Name yang jadi debut Makoto Shinkai. Yang gue suka dari Suzume ini adalah ide ceritanya bergerak dari kejadian nyata kemudian dibumbui elemen fantasi yang ciamik dan dramatis. Ceritanya memang berlandaskan Jepang yang sering diguncang gempa bumi dan tsunami, yang jelas memakan banyak korban jiwa dan meninggalkan jejak trauma mendalam bagi para penyintas dan keluarga korban. Hal ini dieksplorasi lebih dalam lewat kisah fantasi adanya cacing yang menghuni alam lain dan lepas lewat pintu bencana di seantero Jepang. Lewat Suzume kita belajar betapa traumatisnya kehilangan seseorang yang dicintai lewat terjadinya bencana, yang tidak bisa diprediksi s...

Puss in Boots: The Last Wish - Review

Gambar
Kalau Puss in Boots: The Last Wish nggak pakai gaya animasi Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018), rasanya gue nonton di televisi aja. Animasinya beneran bagus dan sangat memanjakan mata. Visualnya memang bukan bergaya semirip mungkin dengan kehidupan nyata, tapi pakai gaya komik dan jadinya penuh dengan imajinasi. Kisahnya juga ternyata sangat bisa dinikmati oleh semua umur, bahkan orang dewasa. Secara keseluruhan memang sangat menghibur anak-anak apalagi dengan berbagai lelucon dan deretan slapstick . Tapi nggak gue sangka, kisah Puss yang takut mati untuk kemudian bisa menikmati hidup sangat filosofis dan bisa jadi bahan permenungan kita semua. Puss yang tadinya punya 9 nyawa memang jadinya hidup seenaknya tanpa takut mati. Tapi ketika nyawanya tinggal satu, dia jadi sangat berhati-hati ketika menemui halangan dan rintangan. Saking takutnya, dia malah nggak bisa menikmati hidup seperti orang biasa. Siapa sangka Perrito, si anjing gembel yang happy-go-lucky, bisa jadi inspirasi ...

Minions 2: The Rise of Gru - Review

Gambar
Apa cuma gue yang sama sekali lupa dengan jalan cerita Minions (2015)? Tapi ya percuma juga karena yang namanya film anak-anak sudah pasti nggak terlalu menitikberatkan di segi cerita. Terbukti film kedua yang berjarak 7 tahun dari film pertamanya ini tidak terlalu berhubungan kecuali Gru kecil. Buktinya gue masih bisa memahami jalan cerita dengan sangat baik. Film pertamanya yang anak-anak banget (apa yang mau diharapkan dari film yang target utamanya adalah anak-anak) yang sama sekali kurang menghibur gue kecuali keunyuan Kevin, Stuart, dan Bob. Tapi ternyata film keduanya sudah belajar banyak dan sangat menghibur bagi penonton dewasa. Kali ini selain jualan unyu maksimal tingkat laku teledor para minion, penonton dewasa juga dihadirkan humor yang lumayan mengocok perut. Apiknya, Minions 2: The Rise of Gru ini masih konsisten fokus pada para minion dan mengesampingkan karakter Gru. Tentu saja, ini film tentang minion sedangkan film tentang Gru sudah ada di franchise Despicable Me ....

Encanto - Review

Gambar
Gue nggak siap-siap tisu pula, mana expect sih kalau ternyata Encanto punya ending yang bikin banjir air mata. Parah! Terlihat dari trailernya, Encanto ini emang film animasi yang punya tema keluarga yang sangat kuat. Secara khusus keluarga multigenerasi di Kolombia yang - sama seperti di Indonesia - punya konsep nuclear family di mana keluarga tiga generasi tinggal di dalam satu rumah yang sama. Ada nama Lin-Manuel Miranda sebagai pencipta lagu-lagu yang ada di film ini, tapi kali ini nggak sebagai penulis naskah dan sutradara. Jadi lagu-lagunya sangat khas dengan melodi yang menghentak dan lirik yang to the point tapi kena banget. Selain hiburan telinga, Encanto juga hiburan mata yang maksimal. Di sini keliatan banget sih Disney lagi pamer habis-habisan teknologi animasi terbaru mereka. Detil rambut keriting sampai dengan jahitan benang di bordiran baju bisa keliatan dengan jelas! Hal yang gue suka banget dari Encanto adalah nggak ada keluarga yang sempurna, hal yang gue rasa sanga...

Vivo - Review

Gambar
Akhirnya Sony Pictures Animation berani juga nyemplung di film animasi musikal. Kayaknya udah makin pede ya nggak cuma kualitas gambar animasinya aja yang udah makin menyaingin Disney dan Pixar, tapi kali ini juga bermain di lagu dan nyanyian sebagai pengganti dialog. Sayang banget sih harus ditonton di layar tv dan bukan layar bioskop. Deretan lagu dan lirik yang ditulis oleh si jenius musikal Lin-Manuel Miranda benar-benar jadi daya tarik utama gue dalam nonton film ini. Masih aja melodinya sangat catchy di telinga dengan lirik asyik yang berirama. Apalagi Vivo berlatar belakang Cuba (dan kemudian Florida sampai Miami), jadi tema utama musik yang ada adalah Cuban Jazz yang asyik banget buat joget!  Beberapa lagunya itu keliatan banget ciri khas Lin-Manuel Miranda, kaya bebereapa nada mirip banget sama beberapa lagu di Hamilton dan juga Washington Heights. Setiap nyanyian dan karakter yang bernyanyi sangat mengingatkan gue akan band jazz asal Kuba yang terkenal; Buena Vista Social...