Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
The Unbearable Weight of Massive Talent - Review
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Sebenernya gue bukan yang termasuk ngikutin "cult"nya Nicholas Cage. Dari semua film-film dia dalam dua tahun terakhir, yang pengen gue tonton aja cuma Pig (2021). Nah film terbarunya dari Lionsgate ini yang gue baca reviewnya di media sosial kok semua orang yang gue percaya pada kompak bilang ini bagus karena kocak. Ada jaminan pula bahwa yang nggak ngikutin perjalanan karirnya Nicholas Cage nggak bakal roaming dan bakal tetap ngikutin.
Semua film-filmnya Nicholas Cage yang gue tonton yang ikonik cuma Con Air (1997) dan Face/Off (1997) dan beruntungnya ini lumayan nggak roaming sih pas nonton film ini. Oya The Unbearable Weight of Massive Talent ini film action-comedy yang sangat meta nyeritain aktor bernama Nic Cage yang jelas berdasarkan Nicholas Cage aslinya, dan banyak referensi film-film ikonik yang pernah dia perankan. Sisanya kayaknya ada satu-dua referensi film yang gue nggak tahu, tapi ya masih bisa ngikutin jalan ceritanya juga.
Berhubung film komedi sangat subjektif ya, kebetulan gue kurang cocok sama lelucon yang dibawakan di film ini. Ya ada sekali dua kali gue ketawa ngakak, tapi sisanya lempeng aja muka gue. Jelas kalau fans Nicholas Cage atau minimal yang ngikutin semua filmography-nya dia pasti akan lebih terhibur sih. Tiga cewek yang duduk di depan baris gue sih selalu ngakak setiap ada lelucon dan mereka kayaknya paham banget sama referensi filmnya, karena pake nunjuk-nujuk layar gitu.
review film The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage review The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage movie review The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage film review resensi film The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage resensi The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage ulasan The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage ulasan film The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage sinopsis film The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage sinopsis The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage cerita The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage jalan cerita The Unbearable Weight of Massive Talent nicholas cage
Guardians of the Galaxy Volume 3 adalah kado perpisahan yang manis dan nyaris sempurna dari sutradara dan penulis naskah James Gunn, sebelum menyebrang ke semesta DC. Volume 3 ini berhasil menutup trilogi GotG dengan sangat baik dan penuh dengan hati. James Gunn juga konsisten fokus mendalami setiap karakter yang ada dalam film ini, tanpa perlu memberi celah crossover dengan film MCU lainnya. Malah menurut gue, GotG ini adalah salah satu trilogi terbaik dalam MCU dengan perkembangan karakter yang sangat dalam dan signifikan. Durasi dua setengah jam nggak berasa sama sekali dengan tempo bercerita yang terbilang cepat. Lamanya durasi ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mendalami setiap karakter yang ada. Praktis setiap karakter punya porsi berlebih dan kita bisa melihat perkembangan karakter yang signifikan, baik dari awal hingga akhir film ini maupun dari GotG pertama. Pilihan soundtracknya juga nggak kalah kece. Memang pilihan lagu dari era 80an dan 90an ini yang jadi ...
Akhirnya ada juga film Super Mario Bros yang bagus dan jadi tribute yang adil untuk gamenya. Sejak permainannya rilis di tahun 1983, kasihan Nintendo (dan kita juga) selalu dapat film adaptasi yang kureng. Apalagi adaptasi film panjang Super Mario Bros tahun 1993, ya ampun! Butuh 30 tahun pula untuk akhirnya ada film adaptasi yang proper. Malah kali ini, pencipta game sekaligus petinggi Nintendo, Shigeru Miyamoto turun tangan langsung bersama rumah produksi Illumination untuk mengerjakan flim animasi ini. Hasilnya memang nggak mengecewakan. Seperti yang terlihat di trailer, animasinya sangat cantik dan luar biasa. Sepertinya memang makin ke sini, kita sudah harus dibuat biasa saja dengan animasi CGI yang gambarnya sudah makin menyerupai kenyataan. Jalan ceritanya memang dibuat untuk anak-anak dan rasanya tidak ditujukan untuk kaum dewasa. Tapi para orang tua dan dewasa muda yang menonton masih bisa terhibur dengan pilihan soundtrack dan bernostalgia dengan berbagai theme song dari pe...
Sepuluh tahun sejak Evil Dead (2013) karya sutradara Fede Alvarez, pecinta gore pada umumnya dan pecinta franchise Evil Dead pada khususnya diberikan kado banjir darah lagi dari produser Sam Raimi. Konon Evil Dead Rise hendak membangkitkan kembali franchise Evil Dead, sekaligus menghapus remake tahun 2013 dari kontinuiti franchise. Jadi Evil Dead Rise tahun 2023 ini bukan sekuel dari Evil Dead tahun 2013 ya. Pecinta gore dan slasher jelas akan bersorak-sorai sih nonton Evil Dead Rise ini. Puas banget dan maksimal setiap adegan darah dan dagingnya. Saking maksimal sadisnya, bisa bikin kita semua ketawa ngilu, entah nonton bareng teman-teman atau penonton lainnya. Gila sih sadisnya grafis banget, sayang beberapa adegan disensor di bioskop Indonesia. Untuk jalan ceritanya sendiri memang sederhana dan terpaku di satu tempat saja. Tapi memang jualannya franchise Evil Dead adalah gore dan slasher, jadi film ini sukses untuk to the point dan memaksimalkan jualanny adengan sangat baik. Kalau ...
Komentar
Posting Komentar