Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Like & Share - Review
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Akhirnya tiba juga saatnya nonton film ini, yang rame banget diomongin bukan karena isu yang dibawa filmnya tapi karena salah satu karakter utamanya tersandung isu pelakor. Sebagaimana pun gue nggak setuju sama tingkah laku Arawinda Kirana, tapi menurut gue nggak adil sih kalau nge-cancel filmnya secara keseluruhan. Buat gue, film adalah produk kolektif yang melibatkan banyak orang, bukan cuma satu orang saja. Apalagi karakter utama film ini lebih ke Aurora Ribero ketimbang Arawinda Kirana.
Film ketiga yang ditulis dan disutradarai Gina S. Noer ini semakin membuktikan bahwa dirinya adalah filmmaker berbakat Indonesia yang harus dilindungi semaksimal mungkin! Setelah Dua Garis Biru (2019) yang mengeksplorasi isu hamil di luar nikah di masa SMA, kali ini lewat Like & Share isunya lebih frontal dan vulgar. Isu kekerasan seksual pada perempuan baik luar jaringan maupun dalam jaringan, iya termasuk berbagai link bokep di twitter!
Pada film yang punya rating 17+ ini, memang banyak adegan yang bisa memancing trauma kekerasan seksual. Adegan pemerkosaannya benar-benar grafis dan rasanya jarang gue lihat ada filmmaker Indonesia yang berani menampilkan ini dengan gamblang. Luar biasanya, setiap adegan seksual yang ditampilkan di film ini sama sekali nggak menaikkan birahi gue. Malah kebalikannya, gue merasa jijik. Di titik ini rasanya Gina cukup berhasil menampilkan adegan seksual dalam kacamata kekerasan seksual ketimbang hal sensual.
Like & Share atau Lisa & Sarah ini juga rasanya cukup merepresentasikan remaja-remaja perempuan yang masih tinggi-tingginya mengeksplorasi naiknya hormon estrogen dan progesteron di perkembangan fisiologis mereka. Ada yang kecanduan nonton bokep, ada yang nurut-nurut aja diajak staycation berdua sama pacar, ada juga yang punya hubungan kompleks dengan ibu dan saudara kandung. Meski gue kurang bisa relate sama semua karakter yang ada dalam film ini, rasanya nggak mengurasi kualitas terbaik film ini.
review film like & share review like & share like & share movie review like & share film review resensi film like & share resensi like & share ulasan like & share ulasan film like & share sinopsis film like & share sinopsis like & share cerita like & share jalan cerita like & share
Film kaya gini kenapa bisa dapat lampu hijau dan diproduksi sih hahaha. Aneh banget sih premisnya. Bermain di ranah "bagaimana jika ada alien berbentuk manusia dan berbahasa Inggris nyasar ke planet Bumi 65 juta tahun yang lalu dan melawan dinosaurus dengan alat-alat canggih?". Ya harus diakui premisnya memang unik, tapi gue sih nggak penasaran akan jadinya gimana karena udah pasti alat canggih akan menang lawan dinosaurus nggak sih? Yang menjual dari film ini adalah durasinya yang pendek hanya 90 menit. Kalau lebih panjang lagi entah gimana deh. Selain itu untung banget ada Adam Driver yang membawa beban film ini sendirian. Meski gue mempertanyakan kondisi fisiknya yang super banget, tulang udah lepas ke mana-mana tapi masih bisa lari-larian. Oh iya dia memang alien kan, kebetulan aja bentuknya mirip sama manusia biasa. ---------------------------------------------------------- review film 65 adam driver review 65 adam driver 65 adam driver movie review 65 adam driver ...
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Guardians of the Galaxy Volume 3 adalah kado perpisahan yang manis dan nyaris sempurna dari sutradara dan penulis naskah James Gunn, sebelum menyebrang ke semesta DC. Volume 3 ini berhasil menutup trilogi GotG dengan sangat baik dan penuh dengan hati. James Gunn juga konsisten fokus mendalami setiap karakter yang ada dalam film ini, tanpa perlu memberi celah crossover dengan film MCU lainnya. Malah menurut gue, GotG ini adalah salah satu trilogi terbaik dalam MCU dengan perkembangan karakter yang sangat dalam dan signifikan. Durasi dua setengah jam nggak berasa sama sekali dengan tempo bercerita yang terbilang cepat. Lamanya durasi ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mendalami setiap karakter yang ada. Praktis setiap karakter punya porsi berlebih dan kita bisa melihat perkembangan karakter yang signifikan, baik dari awal hingga akhir film ini maupun dari GotG pertama. Pilihan soundtracknya juga nggak kalah kece. Memang pilihan lagu dari era 80an dan 90an ini yang jadi ...
Komentar
Posting Komentar