Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
House of Gucci - Review
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Diadaptasi dari buku karangan Sara Gay Forden berjudul A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed, sutradara Ridley Scott membawakan kisah glamor dan tragis dari keruntuhan dinasti keluarga Gucci. Gue yang nggak tahu apa-apa soal Gucci selain itu adalah brand mewah produk fashion dari kulit, cukup bisa ngikutin cerita ini tanpa roaming. Malah sering berdecak kagum sama kelakuan ajaib masing-masing anggota keluarga Gucci ini.
Berdurasi dua setengah jam bercerita tentang biografi orang-orang dibalik merek Gucci, film ini nggak terasa terlalu lama ya. Untungnya Ridley Scott membawakan film ini dengan ringan dan menyenangkan, bahkan cenderung kocak yang sesekali berhasil bikin gue ngakak. Scott memang tahu tipikal film biografi ini bisa dengan mudah jatuh ke area membosankan, makanya penting untuk menyelipkan humor di sana-sini untuk meringankan suasana.
Selain itu hal yang gue sangat suka adalah jelas di ensemble parade akting. Lady Gaga bener-bener ngebuktiin bahwa dia adalah seorang aktor yang handal dan bisa melebur dengan mudah ke karakternya. Jared Leto gila-gilaan sih akting dan makeupnya, yang kenapa sih lagi-lagi mesti full makeup tapi ya udah lah setidaknya performanya memang brilian. Jeremy Irons dan Al Pacino juga tampil prima mewakili generasinya yang udah opa-opa tapi masih aja produktif.
House of Gucci juga tidak semena-mena memberikan label positif atau negatif pada setiap karakternya. Setiap pilihan keputusan digambarkan dengan lugas dan apa adanya, kemudian menyisakan ruang yang cukup bagi penonton untuk menentukan interpretasi masing-masing. Apakah Patrizia Reggiani adalah seorang social climber yang sangat lihai dan muara dari permasalahan tragis ini? Apakah Maurizio Gucci benar-benar nggak mampu mengelola uang dengan baik dan secara tidak sengaja di-unlock semua kebiasaan buruknya oleh Patrizia? Semua itu bisa dijawab sesuai interpretasi masing-masing.
Jadi pelajaran apa yang bisa dipetik dari keributan dan kejadian tragis dari keluarga Gucci ini? Lagi-lagi bahwa uang tidak bisa membeli segalanya termasuk pintar mengatur keuangan dan kebahagiaan yang terlepas dari materi. Masing-masing pilihan tindakan yang diambil dari setiap karakter yang ditunjukkan berlandaskan uang dan kekuasaan. Untuk kemudian visi tersebut membutakan mereka, ada yang jadi obsesi dan ada yang jadi depresi. Paling fatal jelas harus ada korban nyawa di atas itu semua.
review film house of gucci review house of gucci house of gucci movie review house of gucci film review resensi film house of gucci resensi house of gucci ulasan house of gucci ulasan film house of gucci sinopsis film house of gucci sinopsis house of gucci cerita house of gucci jalan cerita house of gucci
Guardians of the Galaxy Volume 3 adalah kado perpisahan yang manis dan nyaris sempurna dari sutradara dan penulis naskah James Gunn, sebelum menyebrang ke semesta DC. Volume 3 ini berhasil menutup trilogi GotG dengan sangat baik dan penuh dengan hati. James Gunn juga konsisten fokus mendalami setiap karakter yang ada dalam film ini, tanpa perlu memberi celah crossover dengan film MCU lainnya. Malah menurut gue, GotG ini adalah salah satu trilogi terbaik dalam MCU dengan perkembangan karakter yang sangat dalam dan signifikan. Durasi dua setengah jam nggak berasa sama sekali dengan tempo bercerita yang terbilang cepat. Lamanya durasi ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mendalami setiap karakter yang ada. Praktis setiap karakter punya porsi berlebih dan kita bisa melihat perkembangan karakter yang signifikan, baik dari awal hingga akhir film ini maupun dari GotG pertama. Pilihan soundtracknya juga nggak kalah kece. Memang pilihan lagu dari era 80an dan 90an ini yang jadi ...
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Akhirnya ada juga film Super Mario Bros yang bagus dan jadi tribute yang adil untuk gamenya. Sejak permainannya rilis di tahun 1983, kasihan Nintendo (dan kita juga) selalu dapat film adaptasi yang kureng. Apalagi adaptasi film panjang Super Mario Bros tahun 1993, ya ampun! Butuh 30 tahun pula untuk akhirnya ada film adaptasi yang proper. Malah kali ini, pencipta game sekaligus petinggi Nintendo, Shigeru Miyamoto turun tangan langsung bersama rumah produksi Illumination untuk mengerjakan flim animasi ini. Hasilnya memang nggak mengecewakan. Seperti yang terlihat di trailer, animasinya sangat cantik dan luar biasa. Sepertinya memang makin ke sini, kita sudah harus dibuat biasa saja dengan animasi CGI yang gambarnya sudah makin menyerupai kenyataan. Jalan ceritanya memang dibuat untuk anak-anak dan rasanya tidak ditujukan untuk kaum dewasa. Tapi para orang tua dan dewasa muda yang menonton masih bisa terhibur dengan pilihan soundtrack dan bernostalgia dengan berbagai theme song dari pe...
Komentar
Posting Komentar