Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
The Haunting of Hill House - Series Review
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Nonton ulang dalam rangka selesai nonton Midnight Mass (2021) yang kuat banget mengangkat tema apa yang terjadi setelah kematian. Ternyata itu juga jadi tema utama di The Haunting of Hill House (2018) yang melejitkan nama sutradara dan penulis naskah Mike Flanagan. Meski di Midnight Mass, apa yang terjadi setelah kematian dikasih twist yang gila, tapi di Hill House ini masih di ranah yang "mainstream"; ya jadi hantu tapi selamanya tinggal di rumah Hill.
Ada beberapa hal yang gue baru sadar di kali kedua gue nonton ini, mulai dari detil kecil yang patung di rumahnya bisa nengok sampai ke beberapa monolog Poppy Hill yang ternyata nyeritain beberapa hantu yang ada di rumah itu. Oya monolog ini memang ciri khas Mike Flanagan ya, cara yang nggak biasa tapi ternyata efektif banget memperlambat tempo demi menciptakan atmosfer tegang sekaligus ganjil.
Satu hal yang gue sangat suka dari Hill House adalah gimana Flanagan meromantisasi kehidupan setelah kematian bahwa ada loh beberapa orang yang nggak mau "move on" dari kehilangan anggota keluarga dan lebih memilih bersama mereka selamanya di rumah itu. Memang ada agama yang mengajarkan surga dan neraka setelah kematian, ada juga yang harus kembali hidup dalam bentuk dan rupa lain.
Tapi ternyata - setidaknya dalam kisah Hill House - ada alternatif lain yang sudah pasti dan rupanya sangat menggoda beberapa orang yang bersentuhan langsung. Hidup (mati?) selamanya bersama anggota keluarga yang dicintai dalam satu rumah, menjadikan pilihan hidup (mati?) pasangan Dudley sangat sangat logis. Purgatori atau surga, jadi tergantung sudut pandang dari orang yang menjalaninya.
Tema utama ini yang kemudian diturunkan dalam bentuk cinta kasih ibu pada anaknya. Sudah menjadi kodrat bahwa seorang ibu pada dasarnya menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, bahagia tanpa menderita. Tapi terkadang keinginan tersebut sedemikian besar hingga lari ke arah obsesif dan posesif. Satu hal yang pernah gue lihat dengan mata kepala sendiri, dan ternyata sudah banyak literatur dan kisah yang membahas perihal ini.
Olivia Crain jelas jadi representasi yang sangat jujur dan apa adanya dalam perannya sebagai ibu yang selalu melindungi anak-anaknya dengan cara apapun. Di titik ini gue jadi teringat ibunya Rapunzel yang sampai mengurung Rapunzel di atas menara demi tidak mengalami "kejamnya dunia". Bagaimana cara yang terbaik untuk menjaga anak-anaknya agar tetap aman dalam pangkuannya, jelas kehidupan selamanya dalam forever house di mana dia bisa menjaga mereka dengan mata dan tangan sendiri. Sebuah niat yang sangat baik pada awalnya, tapi dengan cara yang sangat salah.
review film the haunting of hill house review the haunting of hill house the haunting of hill house movie review the haunting of hill house film review resensi film the haunting of hill house resensi the haunting of hill house ulasan the haunting of hill house ulasan film the haunting of hill house sinopsis film the haunting of hill house sinopsis the haunting of hill house cerita the haunting of hill house jalan cerita the haunting of hill house
Film kaya gini kenapa bisa dapat lampu hijau dan diproduksi sih hahaha. Aneh banget sih premisnya. Bermain di ranah "bagaimana jika ada alien berbentuk manusia dan berbahasa Inggris nyasar ke planet Bumi 65 juta tahun yang lalu dan melawan dinosaurus dengan alat-alat canggih?". Ya harus diakui premisnya memang unik, tapi gue sih nggak penasaran akan jadinya gimana karena udah pasti alat canggih akan menang lawan dinosaurus nggak sih? Yang menjual dari film ini adalah durasinya yang pendek hanya 90 menit. Kalau lebih panjang lagi entah gimana deh. Selain itu untung banget ada Adam Driver yang membawa beban film ini sendirian. Meski gue mempertanyakan kondisi fisiknya yang super banget, tulang udah lepas ke mana-mana tapi masih bisa lari-larian. Oh iya dia memang alien kan, kebetulan aja bentuknya mirip sama manusia biasa. ---------------------------------------------------------- review film 65 adam driver review 65 adam driver 65 adam driver movie review 65 adam driver ...
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah ...
Guardians of the Galaxy Volume 3 adalah kado perpisahan yang manis dan nyaris sempurna dari sutradara dan penulis naskah James Gunn, sebelum menyebrang ke semesta DC. Volume 3 ini berhasil menutup trilogi GotG dengan sangat baik dan penuh dengan hati. James Gunn juga konsisten fokus mendalami setiap karakter yang ada dalam film ini, tanpa perlu memberi celah crossover dengan film MCU lainnya. Malah menurut gue, GotG ini adalah salah satu trilogi terbaik dalam MCU dengan perkembangan karakter yang sangat dalam dan signifikan. Durasi dua setengah jam nggak berasa sama sekali dengan tempo bercerita yang terbilang cepat. Lamanya durasi ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mendalami setiap karakter yang ada. Praktis setiap karakter punya porsi berlebih dan kita bisa melihat perkembangan karakter yang signifikan, baik dari awal hingga akhir film ini maupun dari GotG pertama. Pilihan soundtracknya juga nggak kalah kece. Memang pilihan lagu dari era 80an dan 90an ini yang jadi ...
Komentar
Posting Komentar